Stasiun Cirebon

  • stasiun cirebon

    Stasiun Cirebon

  • stasiun cirebon

    Stasiun Cirebon

 

Stasiun Cirebon

Stasiun Cirebon (CN) merupakan sebuah stasiun kereta api yang terletak di Jalan Raya Siliwangi, kelurahan Kebonbaru, Kejaksan, Cirebon. Karena terletak di kecamatan Kejaksan, Stasiun Cirebon kadang-kadang disebut juga Stasiun Kejaksan. Stasiun yang terletak di Daerah Operasi III Cirebon ini terletak pada ketinggian 4 meter di atas permukaan laut.

Stasiun Cirebon termasuk pada lintasan jalur utara, tapi pada stasiun ini terdapat percabangan jalur menuju Stasiun Purwokerto yang akan berhubungan dengan jalur lintas selatan di Stasiun Kroya. Dengan demikian seluruh kereta api kelas Eksekutif, kelas Bisnis (termasuk kereta api kelas campuran Eksekutif dan Bisnis), dan sejumlah kereta api kelas Ekonomi AC nonsubsidi (KA Jayabaya, Krakatau, dan Menoreh – khusus perjalanan pagi menuju Pasar Senen dan perjalanan malam menuju Semarang Tawang) yang melewati Kota Cirebon berhenti di stasiun ini, kecuali kereta api kelas ekonomi yang berhenti normal di Stasiun Cirebon Prujakan. Pada tahun 2011 Stasiun Cirebon dan Stasiun Prujakan direnovasi dengan meninggikan peron stasiun serta menambah jalur dan fasilitas yang ada. Selain itu, tempat percabangannya pun dipindah menjadi di Stasiun Prujakan.

Gedung Stasiun Cirebon yang sekarang dibangun pada tahun 1920 berdasarkan karya arsitek Pieter Adriaan Jacobus Moojen (1879–1955) dalam gaya arsitektur campuran art nouveau dengan art deco. Dua “menara”-nya yang sekarang ada tulisan “Cirebon” dulu ada tulisan “kaartjes” (karcis) di sebelah kiri dan “bagage” (bagasi) di sebelah kanan. Pada tahun 1984, gedung stasiun ini dicat putih.

Sejak 1 April 2015 kereta api bisnis,dan kereta api Sawunggalih Utama saja pemberhentiannya dipindah di stasiun ini dari stasiun Cirebon Prujakan, sekarang di stasiun Cirebon Prujakan hanya melayani ekonomi AC PSO, dan ekonomi AC non PSO, kecuali:Kereta api Krakatau Ekspres, dan Kereta api Jayabaya.

Jarak dari Metland Hotel Cirebon menuju Stasiun Cirebon sangatlah dekat, kurang lebih hanya 2 menit.

 

source : https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Cirebon

Batik Trusmi

  • Batik Trusmi Metland Hotel Cirebon
  • Batik Trusmi Metland Hotel Cirebon
  • Batik Trusmi Metland Hotel Cirebon
  • Batik Trusmi Metland Hotel Cirebon

 

Batik Trusmi

Kampung Batik Trusmi adalah pusat industri batik di Cirebon sekaligus sebagai tempat wisata kuliner. Kampung ini terletak di Plered, Cirebon, sekitar empat kilometer di sebelah barat Kota Cirebon. Pengrajin batik di desa Trusmi dan sekitarnya, seperti desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali, dan Kalitengah, berjumlah lebih dari 3000 tenaga kerja.

Batik Trusmi berhasil menjadi ikon batik dalam koleksi kain nasional. Batik Cirebon sendiri termasuk golongan Batik Pesisir, namun juga sebagian batik Cirebon termasuk dalam kelompok batik keraton. Hal ini dikarenakan Cirebon memiliki dua buah keraton yaitu Keratonan Kasepuhan dan Keraton Kanoman, yang konon berdasarkan sejarah dari dua keraton ini muncul beberapa desain batik Cirebonan Klasik yang hingga sekarang masih dikerjakan oleh sebagian masyarakat desa Trusmi di antaranya seperti Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Patran Kangkung, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, Ayam Alas, Sawat Penganten, Katewono, Gunung Giwur, Simbar Menjangan, Simbar Kendo, dan lain-lain.

Jarak dari Metland Hotel Cirebon ke Batik Trsumi ini sekitar 15km.

 

source : https://id.wikipedia.org/wiki/Kampung_Batik_Trusmi

Gua Sunyaragi

  • Gua Sunyaragi Metland Hotel Cirebon
  • Gua Sunyaragi Metland Hotel Cirebon
  • Gua Sunyaragi Metland Hotel Cirebon
  • Gua Sunyaragi Metland Hotel Cirebon

 

Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi adalah sebuah gua yang berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon dimana terdapat bangunan mirip candi yang disebut Gua Sunyaragi, atau Taman Air Sunyaragi, atau sering disebut sebgaai Tamansari Sunyaragi. Nama “Sunyaragi” berasal dari kata “sunya” yang artinya adalah sepi dan “ragi” yang berarti raga, keduanya adalah bahasa Sanskerta. Tujuan utama didirikannya gua tersebut adalah sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya.

Gua Sunyaragi merupakan salah satu benda cagar budaya yang berada di Kota Cirebon dengan luas sekitar 15 hektare. Objek cagar budaya ini berada di sisi jalan by pass Brigjen Dharsono, Cirebon. Konstruksi dan komposisi bangunan situs ini merupakan sebuah taman air. Karena itu Gua Sunyaragi disebut taman air gua Sunyaragi. Pada zaman dahulu kompleks gua tersebut dikelilingi oleh danau yaitu Danau Jati. Lokasi dimana dulu terdapat Danau Jati saat ini sudah mengering dan dilalui jalan by pass Brigjen Dharsono, sungai Situngkul, lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas, Sunyaragi milik PLN, persawahan dan menjadi pemukiman penduduk. Selain itu di gua tersebut banyak terdapat air terjun buatan sebagai penghias, dan hiasan taman seperti Gajah, patung wanita Perawan Sunti, dan Patung Garuda. Gua Sunyaragi merupakan salah satu bagian dari keraton Pakungwati sekarang bernama keraton Kasepuhan.

Jarak dari Metland Hotel Cirebon ke Gua Sunyaragi ini sekitar 12km.

 

source : https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Sari_Gua_Sunyaragi

Keraton Kesepuhan

  • Keraton Kesepuhan Metland Hotel Cirebon
  • Keraton Kesepuhan Metland Hotel Cirebon
  • Keraton Kesepuhan Metland Hotel Cirebon
  • Keraton Kesepuhan Metland Hotel Cirebon

 

Keraton Kesepuhan

Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo didalamnya. Keraton Kasepuhan adalah kerajaan islam tempat para pendiri cirebon bertahta, disinilah pusat pemerintahan Kasultanan Cirebon berdiri.

Keraton ini memiliki museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yaitu kereta Singa Barong yang merupakan kereta kencana Sunan Gunung Jati. Kereta tersebut saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 Syawal untuk dimandikan.

Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih. Didalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja.

Keraton Kasepuhan didirikan pada tahun 1452 oleh Pangeran Cakrabuana. Ia bersemayam di Dalem Agung Pakungwati, Cirebon. Keraton Kasepuhan dulunya bernama ‘Keraton Pakungwati. Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ia wafat pada tahun 1549 dalam Mesjid Agung Sang Cipta Rasa dalam usia yang sangat tua. Nama dia diabadikan dan dimuliakan oleh nasab Sunan Gunung Jati sebagai nama Keraton yaitu Keraton Pakungwati yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan.

Jarak dari Metland Hotel Cirebon ke Keraton Kesepuhan ini sekitar 10km.

 

source : https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Kasepuhan

Makam Sunan Gunung Jati

  • Makam Sunan Gunung Jati Metland Hotel Cirebon
  • Makam Sunan Gunung Jati Metland Hotel Cirebon
  • Makam Sunan Gunung Jati Metland Hotel Cirebon
  • Makam Sunan Gunung Jati Metland Hotel Cirebon
  • Makam Sunan Gunung Jati Metland Hotel Cirebon

 

Makam Sunan Gunug jati

Kota Cirebon merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang cukup terkenal berkat adanya makam Syarif Hidayatullah, seorang mubaligh, pemimpin spiritual, dan sufi yang juga dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Peristirahatan terakhir Sunan Gunung Jati dan keluarganya ini disebut dengan nama Wukir Sapta Rengga. Makam ini terdiri dari sembilan tingkat, dan pada tingkat kesembilan inilah Sunan Gunung Jati dimakamkan. Sedangkan tingkat kedelapan ke bawah adalah makam keluarga dan para keturunannya, baik keturunan yang dari Kraton Kanoman maupun keturunan dari Kraton Kasepuhan.

Di makam ini terdapat pasir malela yang berasal dari Mekkah yang dibawa langsung oleh Pangeran Cakrabuana, putera Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjadjaran. Karena proses pengambilan pasir dari Mekkah itu membutuhkan perjuangan yang cukup berat, maka pengunjung dan juru kunci yang akan keluar dari kompleks makam ini harus membersihkan kakinya terlebih dahulu, agar pasir tidak terbawa keluar kompleks walau hanya sedikit. Larangan tersebut merupakan instruksi langsung dari Pangeran Cakrabuana sendiri.

Makam yang menempati lahan seluas 4 hektar ini merupakan obyek wisata ziarah yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan/peziarah baik dari Cirebon maupun kota-kota sekitarnya. Kedatangan para peziarah itu biasanya berlangsung pada waktu-waktu tertentu seperti Jumat Kliwon, peringatan maulud Nabi Muhammad SAW, ritual Grebeg Syawal, ritual Grebeg Rayagung, dan ritual pencucian jimat.

Jarak dari Metland Hotel Cirebon ke Makam Sunan Gunung Jati ini sekitar 10km.

 

source : http://rudysalam18.blogspot.co.id/2014/09/ziarah-ke-makam-sunan-gunung-jati.html

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

  • Masjid Agung Sang Cipta Rasa Metland Hotel Cirebon
  • Masjid Agung Sang Cipta Rasa Metland Hotel Cirebon

 

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa (dikenal juga sebagai Masjid Agung Kasepuhan atau Masjid Agung Cirebon) adalah sebuah masjid yang terletak di dalam kompleks Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia.

Konon, masjid ini adalah masjid tertua di Cirebon, yaitu dibangun sekitar tahun 1480 M atau semasa dengan Wali Songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Nama masjid ini diambil dari kata “sang” yang bermakna keagungan, “cipta” yang berarti dibangun, dan “rasa” yang berarti digunakan.

Menurut tradisi, pembangunan masjid ini dikabarkan melibatkan sekitar lima ratus orang yang didatangkan dari Majapahit, Demak, dan Cirebon sendiri. Dalam pembangunannya, Sunan Gunung Jati menunjuk Sunan Kalijaga sebagai arsiteknya. Selain itu, Sunan Gunung Jati juga memboyong Raden Sepat, arsitek Majapahit yang menjadi tawanan perang Demak-Majapahit, untuk membantu Sunan Kalijaga merancang bangunan masjid tersebut.

Konon, dahulunya masjid ini memiliki memolo atau kemuncak atap. Namun, saat azan pitu (tujuh) salat Subuh digelar untuk mengusir Aji Menjangan Wulung, kubah tersebut pindah ke Masjid Agung Banten yang sampai sekarang masih memiliki dua kubah. Karena cerita tersebut, sampai sekarang setiap salat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa digelar Azan Pitu. Yakni, azan yang dilakukan secara bersamaan oleh tujuh orang muazin berseragam serba putih.

 

source : https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Sang_Cipta_Rasa